Senin, September 05, 2011

FLUKTUASI ASIMETRI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) dan IKAN NILA (Oreochromis niloticus)





FLUKTUASI ASIMETRI
PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) dan IKAN NILA (Oreochromis niloticus)



Oleh
Rahmat Hidayat
0914111069
Kelompok 5

Unila (Black-White) (500x500) p












PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011





FLUKTUASI ASIMETRI IKAN MAS (Cyprinus carpio)
DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

Oleh
Rahmat Hiadyat
0914111069








 

ABSTRAK
Fluktuasi asimetri adalah perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untukm berkembang secara tepat dan normal (Van Valen, 1962). Fluktuasi asimetri ini merupakan pencerminan dari ketidak stabilan perkembangan dari ketidakmampuan perkembangan individu sehingga menyebabkan perbedaan fenotif. Dalam praktikum kali  ini bertujuan agar mahasiswa dapat menganalisis perkembangan ketidakstabilan organism dan dapat menentukan apakah organism tersebut bersifat homozigot atau heterozigot. Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa, 5 April 2011 Bertempat di laboratorium perikanan Gd.Biotek lantai 3 Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Ikan uji yang akan diperiksa bagian tubuhnya terlebih dahulu dimatikan dengan menusuk sumsum tulang belakang yang terletak di bagian belakang kepala. Lalu kita menghitung jumlah jari-jari lemah sirip perut (ventral) dan jumlah jari-jari lemah sirip dada (pectoral) dengan merentangkan kedua sirip tersebut, sehingga jari-jarinya terlihat jelas dan mudah perhitungannya. Jumlah sisik pada linea literalis dihitung satu persatu pada kedua sisi dan dihitung pula jumlah tapis insang (gill racker) pada insang pertama. Terakhir panjang baku ikan diukur. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan FAgabungan pada ikan nila dan ikan mas dapat dikategorikan tinggi. karena keadaan asimetri dari 12 ikan sampel atau jumlah absolute perbedaan karakter organ kiri dengan kanan dari 12 ikan sampel yang diamati menunjukan banyak organ yang tidak simetri antara organ kiri dengan organ kanan.
Kata kunci : Fluktuasi asimetri, kan nila dan ikan mas









I.   PENDAHULUAN
 
A.     Latar Belakang
Lingkungan abiotik dan biotik sangat mempengruhi genotif dan fenotif dari ikan. Lingkungan yang buruk akan menyebabkan kerusakan ataupun kesalahan genetik dapat mempengaruhi penampilan fenotif dari suatu individu. Sehingga dalam perkembangannya dalam budidaya ikan dapat dilakukan penelitian-penelitian dalam skala besar atau dalam skala laboratorium untuk mengetahui penyimpangan yang tejadi pada suatu individu atau populasi ikan, dimana salah satunya disebut fluktuasi asimetri.
Fluktuasi asimetri ini sangat berhubungan erat dengan penampilan fenotif, dikarenakan fluktuasi asimetri merupakan perubahan organ atau bagian tubuh baik sebelah kiri maupun sebelah kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol.
Perkembangan seperti ini mungkin tidak terlalu diperhatikan karena sifatnya tidak mempengaruhi sifat dari ikan itu sendiri, tetapi merupakan suatu proses yang melibatkan rekayasa genetik.
B.     Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum fluktuasi asimetri ini adalah untuk mengetahui tingkat fluktuasi asimetri baik itu bilangan maupun besaran ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus) sehingga diketahui hubungannya dengan peningkatan homozigositas dari gen baik per  individu maupun dalam suatu populasi.



II.    TINJAUAN PUSTAKA

Dari kedua ikan yang digunakan untuk uji fluktuasi asimetri terlebih dahulu kita harus mengetahui ciri-ciri morfologinya agar dapat mengetahui penyimpangan yang terjadi. Pada ikan Mas (Cyprinus carpio) mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut ukuran badan dan warna tubuh beragam, agak pipih dan mempunyai lipatan mulut dengan bibir yang halus serta kadang mempunyai sepasang kumis (Sumantadinata, 1983). Disebutkan pula bahwa ikan mas mulutnya bersifat terminal, sirip punggung dan sirip perut yag lemah mengeras, jari-jari pertama bergerigi dan linea lateralisnya lengkap (Hardjamulia, 1979).
Sedangkan ciri-ciri morfologis pada ikan nila (Oreochromis niloticus) antara lain adalah sirip punggung yang mengeras dan sirip perut yang lemah mengeras serta memiliki 2 linea lateralis di bagian perutnya. Terjadinya perbedaan fenotif pada individu bagian kiri dan bagian kanan disebut fluktuasi asimetri, dimana fluktuasi asimetri sendiri adalah perubahan organ atau bagian tubuh ikan sebelah kiri dan sebelah kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol (Van Valen, 1962).
Fluktuasi asimetri merupakan pencerminan dari ketidakstabilan perkembangan dan ketidakmampuan perkembangan individu sehingga menyebabkan perbedaan fenotif (Leary et.al., 1985). Individu heterozigot mempunyai tingkat stabilitas perkembangan yang tinggi ( Soule: Vrijenhoek dan Leman; Angus dan Schultz; Leary et. al., dalam Swain, 1987).
Blanco et.al (1990) menyebutkan ada beberapa teknik untuk menganalisis kestabilan perkembangan organisme, yaitu teknik elektroforesis dan fluktuasi asimetri yaitu membandingkan antara karakter meristik tubuh organisme sebelah kiri dan kanan. Dimana kedua teknik ini relatif sederhana dan tidak memakan waktu, namun fluktuasi asimetri dapat menunjukkan adany perbedaan kestabilan perkembangan seperti halnya teknik elektroforesis dengan analisis jumlah loci heterizigot.
Sedangkan satbilitas perkembangan dapat diukur dengan dua cara yaitu dengan bilangan (number) rataan sifat individu dan menggunakan angka rataan besaran (magnitudo) asimetri. Pengukuran stabillitas perkembangan dangan kedua angka tersebut pada setiap individu yang kemudian diperoleh nilai tengah dari keseluruhan asimetri dapat digunakan untuk menduga berkurangnya variasi genetik akibat silang dalam untuk suatu populasi ikan (Leary et.al., 1985).
Pada ikan, peningkatan fluktuasi asimetri dapat diamati melalui jari-jari sirip perut, jari-jari sirip dada, tapis insang atas bagian bawah serta pori-pori rahang atau mandibular pores. Dalam mengamati dan menganalisis perkembangan ketidakstabilan organisme, dapat menggunakan tekhnik fluktuasi asimetri karena relatif sederhana dan tidak memerlukan alat yang rumit. Fluktuasi asimetri merupakan tekhnik analisa perkembangan ketidakstabilan organisme melalui pendekatan heterozigositas yang dapat menunjukkan adanya perbedaan kestabilan perkembangan seperti halnya tekhnik elektroforesis dengan analisis jumlah loci heterozigot (Marsandre, 2007).



III.           METODE PRAKTIKUM

A.     Waktu dan Tempat
Praktikum fluktuasi asimetri ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus) ini dilakukan pada tanggal 5 April 2011, pukul 15.00 - 117.00 WIB bertempat di Laboratorium Bioteknologi Lantai 3, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

B.     Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah penggaris, jarum pentul, alat bedah berupa pisau, gunting bedah, pinset, kaca pembesar, alat tulis, baki, dan serbet/tissu. Sedangkan bahan yang digunakannya adalah ikan uji berupa ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus).
C.     Prosedur Praktikum
Ikan uji yang akan diperiksa bagian tubuhnya terlebih dahulu dimatikan dengan menusuk sumsum tulang belakang yang terletak di bagian belakang kepala. Lalu kita menghitung jumlah jari-jari lemah sirip perut (ventral) dan jumlah jari-jari lemah sirip dada (pectoral) dengan merentangkan kedua sirip tersebut, sehingga jari-jarinya terlihat jelas dan mudah perhitungannya. Jumlah sisik pada linea literalis dihitung satu persatu pada kedua sisi dan dihitung pula jumlah tapis insang (gill racker) pada insang pertama. Terakhir panjang baku ikan diukur.


D.     Analisa Data
D.1 Fluktuasi Asimetri Bilangan (Number)
Merupakan jumlah karakter individu asimetri dari sejumlah individu yang diamati, dengan rumus:
D.2 Fluktuasi Asimetri Besaran (Magnitude)
Merupakan jumlah absolut perbedaan karakter sisi kiri dan kanan individu dari sejumlah individu yang diamati.
Keterangan:
xi         : jumlah organ sisi kiri
yi         : jumlah organ sisi kanan
zi          : jumlah individu asimetri untuk ciri meristik tertentu
FAn     : Fluktuasi asimetri bilangan
FAm    : Fluktuasi asimetri besaran
n          : jumlah sampel



IV.          HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     Hasil
A.1 Grafik Hubungan Panjang Total dengan Jumlah Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Nila (Oreochromis niloticus).

A.2 Tabel Hasil Perhitungan Fluktuasi Asimetri Number dan Fluktuasi Asimetri Mangnitude Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Organ
FAn
FAm
Sirip Ventral
0,583
0,83
Sirip Pektoral
0,25
0,25
Insang
0,417
0,917
Sisik LL
0,67
2,833

A.3 Grafik Hubungan Panjang Baku dengan Jumlah Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan  Nila (Oreochromis niloticus).
A.4 Tabel Hasil Perhitungan Fluktuasi Asimetri Number dan Fluktuasi Asimetri Mangnitude Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Organ
FAn
FAm
Sirip Ventral
0,167
0,33
Sirip Pektoral
0,33
0,9167
Insang
0,583
2,417
Sisik LL
0,917
2,83

A.5 Grafik Fan Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Nila (Oreochromis niloticus).

A.6 Grafik Fan Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Nila (Oreochromis niloticus).



B.     Pembahasan
Keragaman genetik (fenotipe dan genotipe) merupakan informasi dasar yang diperlukan untuk pelaksanaan program pemuliaan ikan nila dan mas. Informasi keragaman genetik ikan nila dan mas di Indonesia masih sedikit diperoleh. Oleh sebab itu, fluktuasi asimetri digunakan pada praktikum ini bertujuan untuk mengukur keragaman morfologi.
Fluktuasi asimetri menurut Van Valen (1962) bahwa adanya perbedaan fenotip pada individu untuk sifat meristik yang bilateral , yaitu adanya perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untuk berkembang secara tepat dan normal serta fluktuasi asimetri merupakan indikator untuk mengetahui adanya silang dalam (inbreeding). Dengan mengetahui adanya fluktuasi asimetri maka akan mudah untuk menentukan apakah ikan dalam suatu generasi mengalami pertumbuhan yang normal atau tidak. Sebenarnya jika nilai fluktuasi asimertri tidak terlalu besar maka masih bisa disebut normal.
Karakter morfometrik dan meristik merupakan hasil pengukuran dan penghitungan berdasarkan organ tubuh yang dijadikan sebagai karakter tertentu pada suatu spesies ikan. Pada praktikum ini, digunakan ikan nila dan mas, masing-masing 16 ekor. Hal pertama yang dilakukan adalah membunuh ikan mas dan nila dengan cara menusuk  bagian kepala ikan yaitu pada medula oblongata dengan kemiringan 45o agar seluruh sistem sarafnya lumpuh kemudian mati, sehingga mudah melakukan pengamatan pada bagian-bagian ikan. Kemudian menghitung jumlah jari-jari lemah pada sirip perut bagian kanan dan kiri, untuk mempermudah perhitungan maka siripnya direntangkan. Kemudian sirip dada juga dihitung dengan merentangkan kedua sirip tersebut. Kemudian jumlah sisik kanan dan kiri dihitung pada garis linea lateralis ( LL ). Setelah itu tapis insang dihitung dengan menggunting dahulu bagian operculum hingga terlepas dan dengan menggunakan kaca pembesar (lup) agar tapis insang mudah dihitung.
Menurut Sucipto dan Prihartono (2005), klasifikasi dari ikan nila adalah sebagai berikut:
          Filum                  : Chordata
          Sub filum            : Vertebrata
          Kelas                  : Pisces
          Sub kelas           : Teleostei
          Ordo                   :Perchomorphi
          Sub ordo            :Perchoidae
          Famili                 : Chiclidae
          Genus                : Oreochromis
          Spesies              : Oreochromis
 niloticus

Sedangkan  klasifikasi dari ikan mas adalah sebagai berikut:
          Filum                  : Animalia
          Sub filum            : Vertebrata
          Kelas                  : Pisces
          Sub kelas           : Teleostei
          Ordo                   :Perchomorphi
          Sub ordo            :Perchoidae
          Famili                 : Cyprinidae
          Genus                : Cyprinus
          Spesies              : Cyprinus
  carpio

Tanda-tanda ikan nila jantan adalah:
          Warna badan lebih gelap dari ikan betina
          Saat memijah, bagian tepi sirip punggung dan ekor berwarna merah cerah
          Alat kelamin berupa tonjolan (papila) di belakang lubang anus
          Tulang rahang melebar ke belakang
          Bila waktu memijah tiba, sperma ikan nilaberwarna putih saat distripping.
Sedangkan tanda-tanda ikan nila betina adalah:
          Alat kelamin berupa tonjolan di belakang anus, dimana terdapat 2 lubang. Lubang yang di depan untuk mengeluarkan telur, sedang yang di belakang untuk mengeluarkan air seni
          Bila telah mengandung telur yang masak, perutnya tampak membesar.
Karakteristik morfologi ikan nila terdiri atas:
  a.       Perbandingan antara panjang standar dengan tinggi badan (PS/TB) 2.18– 3.00,
  b.       Jumlah sisik linea literalis atas 20-24,
  c.       Sirip punggung (Dorsal fin) D XVI- XVII.11-13,
  d.       Sirip dada (Pectoral) P 13-14,
  e.       Sirip perut (Ventral fin) V I.5,
   f.       Sirip dubur (Anal fin) A III.9-10 dan
  g.       Sirip ekor (Caudal fin) C 2.16.

Ikan Mas memiliki ciri morfologi seperti mulutnya bersifat terminal dan dapat disembulkan, ukuran warna dan tubuh beragam, umumnya pipih (compres), memilki linea lateralis yang lengkap, ekornya bercagak.
Fluktuasi Asimetri bilangan (Number) yaitu jumlah individu asimetri yang ditemukan dalam pengamatan dibagi dengan banyaknya sampel yang diamati.
Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil perhitungan maka diperoleh kisaran nilai asimetri bilangannya yaitu :
          Pada ikan mas
-       Jari – jari lemah sirip perut : 0,583
-       Jari – jari lemah sirip dada : 0,25
-       Tapis insang : 0,417
-       Sisik linea lateralis : 0,67

          Pada ikan nila
-       Jari – jari lemah sirip perut : 0,167
-       Jari – jari lemah sirip dada : 0,33
-       Tapis insang : 0,583
-       Sisik linea lateralis : 0,917         

Fluktuasi asimetri besaran (Magnitude) yaitu nilai yang didapat dari jumlah selisih karakter yang diamati pada sebelah pada sebelah kiri dan kanan dibagi dengan total jumlah sampel yang diamati.
Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil perhitungan maka diperoleh kisaran nilai asimetri bilangannya yaitu :
          Pada ikan mas
-    Jari – jari lemah sirip perut : 0,83
-    Jari – jari lemah sirip dada : 0,25
-          Tapis insang : 0,917
-          Sisik linea lateralis : 2,833

          Pada ikan nila
-    Jari – jari lemah sirip perut : 0,33
-    Jari – jari lemah sirip dada : 0,9167
-    Tapis insang : 2,417
-    Sisik linea lateralis : 2,83
Berdasarkan data yang didapat, bahwa FAn (Fluktuasi Asimetri bilangan) dan FAm (Fluktuasi Asimetri besaran) pada tapis insang ikan nila dan mas memiliki nilai yang paling besar. Hal itu dikarenakan kurang telitinya praktikan dalam pengamatan atau karena tapis insang pada ikan terlalu kecil, sehingga sulit dihitung meskipun telah menggunakan alat bantu lup. Namun jika nilai tersebut adalah benar berarti tapis insang pada ikan-ikan tersebut dinilai abnormal, karena memiliki nilai dengan rataan menjauhi nol.
Jika nilai asimetri menjauhi angka nol maka tingkat abnormalitasnya semakin tinggi. Oleh karena itu, agar tidak terjadi penurunan kualitas ikan antara lain sebagai berikut:

       Mengetahui asal usul induk.
       Melakukan pencatatan data tentang umur induk, masa reproduksi dan waktu pertama kali dilakukan pemijahan sampai usia produktif.
       Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik.
       Melakukan pemeliharaan calon induk sesuai dengan proses budidaya sehingga kebutuhan nutrisi induk terpenuhi.
       Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah.

Ikan nila dan mas penting untuk dibudidayakan, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Untuk meningkatkan mutu induk yang akan digunakan dalam proses budidaya maka induk yang akan digunakan harus dilakukan seleksi. Seleksi ikan bertujuan untuk memperbaiki genetik dari induk ikan yang akan digunakan. Oleh karena itu, dengan melakukan seleksi ikan yang benar akan dapat memperbaiki genetic ikan tersebut sehingga dapat melakukan pemuliaan ikan. Tujuan dari pemuliaan ikan ini adalah menghasilkan benih yang unggul dimana benih yang unggul tersebut diperoleh dari induk ikan hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas. Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yaitu:

          Ekstensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil budidaya dengan memperluas lahan budidaya.
          Intensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil dengan meningkatkan hasil persatuan luas dengan melakukan manipulasi terhadap faktor internal dan eksternal.



V. SIMPULAN DAN SARAN

A.   Simpulan
Berdasarkan praktikum dapat disimpulan sebagai berikut:
1.    Fluktuasi asimetri merupakan perubahan organ atau bagian tubuh baik sebelah kiri maupun sebelah kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol.
2.    Fluktuasi Asimetri Bilangan (Number) merupakan jumlah karakter individu asimetri dari sejumlah individu yang diamati.
3.    Fluktuasi Asimetri Besaran (Magnitude) merupakan jumlah absolut perbedaan karakter sisi kiri dan kanan individu dari sejumlah individu yang diamati.
4.    Tingkat fluktuasi asimetri bilangan (FAn) insang pada ikan nila (Oreochromis niloticus) lebih rendah dari pada ikan mas (Cyprinus carpio).
5.    Rata-rata tingkat fluktuasi asimetri pada ikan nila lebih kecil dari pada ikan mas. Sehingga ikan mas dapat dikatakan lebih abnormal dari pada ikan nila.
6.    Tingkat homozigositas gen pada populasi ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mas (Cyprinus carpio) terhitung rendah, karena nilai fluktuasi asimetrinya tinggi.

B.   Saran
Saran yang perlu diperhatikan dalam praktikum yaitu:
1.    Sebaiknya asisten yang membantu praktikan dalam menyelesaikan praktikum diperbanyak sehingga praktikan lebih diperhatika, dan asisten lebih mudah menilai praktikan yang aktif atau tidak.


DAFTAR PUSTAKA

Blanco, G., J.A. Sanches, G. Vazzuez, E. Garcia and J. Rubio. 1990. Superion Development Stability of Heterozygotes at Enzyme Loci in Salmon salar L. Aquaculture, 84: 199 - 209.
Jatilaksono, Masandre. 2007. Fluktuasi Asimetri. http://jlcome.blogspot.com. 25 Februari 2009.

Leary, R.F., F.W. Allendorf, K.L. Knudsen. 1985. Development Instability as an Indicator of Reduced Genetic Variation in Hatchery Trout. Transaction of the American Fisheries Sosiety, 54: 219 - 225.
Leary, R.F., F.W. Allendorf, K.L. Knudsen. 1985. Development Instability as an Indicator of Reduced Genetic Variation in Hatchery Trout. Transaction of The American Fisheries Naturalist, 124 (4): 540 - 551.
Van Valen, L. 1962. Adalah Study Fluctuating Asymetry. Evolution, 16 (2): 125 - 142.
Wilkin, N.P., E. Gosling, A. Linnane, C. Jondan and H.P. Covetney. 1995. Fluctuating Asymetry in Atlantic Salmon, European Trout and Their Hybrids Including Triploids. Aquaculture, 137: 778.










LAMPIRAN











DATA KELAS IKAN NILA
Kelompok
Panjang Total (cm)
Panjang Baku (cm)
Jari" Sirip Dada
Jari" Sirip Perut
Gill Raker
Sisik Pada Ll
Kanan
Kiri
Kanan
Kiri
Kanan
Kiri
Kanan
Kiri
1
11,6
8,4
13
11
6
6
25
26
61
60
2
13,5
11,5
11
11
6
6
17
24
29
30
3
13
10
10
11
6
4
25
27
50
48
4
10,4
8,2
11
12
6
6
29
22
51
53
5
9,6
7,3
11
11
9
7
16
16
34
33
6
11
6,5
10
10
6
6
20
20
59
62
7
11,9
9,7
12
12
6
6
22
27
40
40
8
11
9
13
13
6
6
20
20
47
41
9
13,5
11
7
13
6
6
31
25
45
40
10
10
8
12
12
6
6
22
22
42
48
11
10,5
8,3
12
12
6
6
21
21
36
33
12
10
8
15
13
5
5
14
15
40
36

Kelompok
Panjang Total (cm)
Panjang Baku (cm)
Jari" Sirip Dada
Jari" Sirip Perut
Gill Raker
Sisik Pada Ll
Kanan
Kiri
Kanan
Kiri
Kanan
Kiri
Kanan
Kiri
1
7,8
5,4
12
13
11
10
23
21
35
35
2
6
5
11
10
12
14
9
9
31
32
3
6,5
4,7
12
12
10
8
19
21
33
39
4
6,3
5
12
11
9
9
22
18
31
30
5
7,8
6,3
7
7
9
7
16
16
33
34
6
6,5
3,5
15
15
10
9
8
8
30
28
7
6,1
4,8
11
11
6
6
29
29
29
29
8
5,3
4,2
12
12
8
8
25
25
32
32
9
5
4,5
7
7
7
8
13
15
30
25
10
6,5
5,5
8
8
6
6
10
10
32
46
11
7,2
6
11
11
9
9
14
14
40
36
12
6,1
5
12
12
9
10
18
17
28
28


DATA KELAS IKAN MAS

PERHITUNGAN

A.     Fluktuasi asimetri bilangan (FAn) digunakan rumus:                    


1.     Ikan Mas (Cyprinus carpio)
a.  sirip perut  0,583
b.  sirip dada  0,25
c.  tapis insang  0,417
d.  linea literalis  0,67


2.     Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
a.  sirip perut  0,167
b.  sirip dada  0,33
c.  tapis insang  0,583
d.  linea literalis  0,91


B.        Fluktuasi asimetri besaran (FAm) digunakan rumus:       

1.             Ikan Mas (Cyprinus carpio)

a. sirip perut 0,83
b. sirip dada 0,25
c. tapis insang 0,917
d. linea literalis 2,833

2.     Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

a. sirip perut 0,33
b. sirip dada 0,9167
c. tapis insang 2,417
d.  linea literalis

     =
    2,83

Tidak ada komentar:

Posting Komentar