GENETIKA KLASIK MENDELIN DAN VARIASI FENOTOP
Seorang biarawan dari Austria, bernama Gregor Johann Mendel, menjelang akhir abad ke-19 melakukan serangkaian percobaan persilangan pada kacang ercis (Pisum sativum). Menurut Mendel, bahan genetic adalah merupakan pewarisan yang dibawa oleh factor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel. Penemuan ini kemudian dipopulerkan olch Morgan (1919) dengan menjelaskan istilah dan alel sebagai factor penentu dalam pewarisan. Dari percobaan yang dilakukannya selama bertahun-tahun tersebut, Mendel berhasil menemukan prinsip-prinsip pewarisan sifat, yang kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan. Berkat karyanya inilah, Mendel diakui sebagai Bapak Genetika. Mendel mempelajari beberapa pasang sifat pada tanaman kapri. Masing-masing sifat yang dipelajari adalah: tinggi tanaman, warna bunga, bentuk biji, dan lain-lain yang bersifat dominan dan resesif. Mula-mula Mendel mengamati dan menganalisis data untuk setiap sifat, dikenal dengan istilah monohibrid. Selain itu Mendel juga mengamati data kombinasi antar sifat, dua sifat (dihibrid), tiga sifat (trihibrid) dan banyak sifat (polihibrid). Hasil percobaannya ditulis dalam makalah yang berjudul Experiment in Plant Hybridization.
Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Suatu individu tidak dapat mengalami evolusi , hanyalah suatu populasi yang dapat mengalami hal tersebut . komposisi genetik dari suatu individu sudah ditentukan semenjak terjadinya fertilisasi, yakni persatuan antara spermatozoid dengan sel sel telur. Didalam populasi , baik komposisi genetik maupun dari potensi pertumbuhan dapat berubah. Perubahan komposisis genetik populasi adalah evolusi. Keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Meskipun prosesnya diketahui pada masa dikemukan oleh lamarck dan darwin, tanpa ada variasi (kenanekaragaman), evolusi tiadak akan terjadi , dialam ada faktor yang bekerja untuk memepertahankan keutuhan suatu jenis . bila ada secara sendiri maka kedu faktor tersebut seakan-akan bertentangan dengan kedua faktor tersebut bekerja secara harmonis.
Mendel memilih kacang ercis sebagai bahan percobaannya, terutama karena tanaman ini memiliki beberapa pasang sifat yang sangat mencolok perbedaannya, misalnya warna bunganya mudah sekali untuk dibedakan antara yang ungu dan yang puti. Persilangan sesama individu F1 menghasilkan keturunan generasi ke dua, disingkat F2. Tanaman tinggi pada generasi P dilambangkan dengan DD, sedang tanaman pendek dd. Sementara itu, tanaman tinggi yang diperoleh pada generasi F1 dilambangkan dengan Dd. Hasil percobaan monohibrid menunjukkan bahwa pada seluruh tanaman F1 hanya ciri (sifat) dari alah satu tetua yang muncul. Pada generasi F2, semua ciri yang dipunyai oleh tetua (P) yang disilangkan muncul kembali. Ciri sifat tetua yang hilang pada F1 terjadi karena tertutup, kemudian disebut ciri resesif, dan yang menutupi disebut dominan.
Sebagai salah satu kesimpulan dari percobaan monohibridnya, Mendel menyatakan bahwa setiap sifat organisme ditentukan oleh suatu faktor, yang kemudian disebut gen. Dalam penggabungan tersebut setiap faktor tetap utuh dan selalu mempertahankan identitasnya. Pada saat pembentukkan gamet, setiap faktor dapat dipisah kembali secara bebas. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Hukum Mendel I, yaitu hukum segregasi. Mendel menyebut materi yang diwariskan ini sebagai faktor keturunan (herediter), yang pada perkembangan berikutnya hingga sekarang dinamakan gen. P adalah individu tetua, F1 adalah keturunan generasi pertama, dan F2 adalah keturunan generasi ke dua. Selanjutnya, gen D dikatakan sebagai gen atau alel dominan, sedang gen d merupakan gen atau alel resesif. Alel adalah bentuk alternative suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu. Individu Dd dinamakan individu heterozigot, sedang individu DD dan dd masing-masing disebut sebagai individu homozigot dominan dan homozigot resesif. Fenotipe adalah ekspresi gen yang langsung dapat diamati sebagai suatu sifat pada suatu individu. Sementara itu, susunan genetik yang mendasari pemunculan suatu sifat dinamakan genotipe.
Hukum Segregasi
setiap individu menghasilkan gamet-gamet yang kandungan gennya separuh dari kandungan gen pada individu. (Mendel I) Hukum Segregasi : Pada waktu berlangsung pembentukan gamet, tiap pasang gen akan disegregasi ke dalam masing-masing gamet yang terbentuk.
Hukum Pemilihan Bebas
Persilangan yang hanya menyangkut pola pewarisan satu macam sifat seperti yang dilakukan oleh mendel tersebut di atas dinamakan persilangan monohibrid. Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai hukum pemilihan bebas (the law of independent assortment) atau (hukum Mendel II) Hukum Pemilihan Bebas : Segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen lainnya, sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas. Pengelompokan gen (alel) secara bebas (rekombinan) dan Kombinasi Parental dan Rekombinan. Persilangan dihibrid merupakan dua kali persilangan monohibrid. Ternyata penentuan nisbah fenotipe F2 menggunakan diagram anak garpu dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dengan risiko kekeliruan yang lebih kecil daripada penggunaan diagram Punnett.
Silang balik (back cross) dan silang uji (test cross)
Silang balik ialah persilangan suatu individu dengan salah satu tetuanya. Sebagai contoh, individu Aa hasil persilangan antara AA dan aa dapat disilangbalikkan, baik dengan AA maupun aa. Apabila suatu silang balik dilakukan dengan tetuanya yang homozigot resesif, maka silang balik semacam ini disebut juga silang uji. Akan tetapi, silang uji sebenarnya tidak harus terjadi antara suatu individu dan tetuanya yang homozigot resesif. Pada prinsipnya semua persilangan yang melibatkan individu homozigot resesif (baik tetua maupun bukan tetua) dinamakan silang uji. Istilah silang uji digunakan untuk menunjukkan bahwa persilangan semacam ini dapat menentukan genotipe suatu individu.
Fenotipe adalah suatu karakteristik (baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku) yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya.
§ Tampilan luar atau sifat yang muncul sebagai hasil ekspresi suatu gen.
§ Tampilan produksi merupakan kerja bersama (interaksi) antara faktor genetic dan lingkungan.
§ Jika potensi gen (mutu genetik) ternak baik dan didukung oleh lingkungan yang sesuai, maka produksi optimal.
§ Fenotip tidak pernah melampaui potensimaksimal genotip.
Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Variasi fenotipe yang substansial pada sebuah populasi diakibatkan oleh perbedaan genotipenya. Frekuensi alel tertentu akan berfluktuasi, menjadi lebih umum atau kurang umum relatif terhadap bentuk lain gen itu. Variasi menghilang ketika sebuah alel mencapai titik fiksasi, yakni ketika ia menghilang dari suatu populasi ataupun ia telah menggantikan keseluruhan alel leluhur. Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis. Genotip merupakan susunan genetik yang ada pada individu. Susunan gen ini ada dalam setiap sel individu. Gen ada yang mudah dipengaruhi oleh linkungan dan ada pula yang sedikit dipengaruhi linkungan dalammengekspresikan suatu sifat atau karakteristik.
Variasi berasal dari mutasi bahan genetika, migrasi antar populasi (aliran gen), dan perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara spesies yang berbeda: contohnya melalui transfer gen horizontal pada bakteria dan hibridisasi pada tanaman. Variasi merupakan perbedaan di kalangan organisma yang sama spesies dari segi fenotip dan genotip. Variasi selanjar merupakan perbedaan kecil atau kurang jelas yang wujud antara organisma.Contohnya seperti berat badan, ketinggian, kepintaran dan sebagainya.Variasi ini dipengaruhi oleh genotip dan persekitaran. Variasi tak selanjar merupakan perbezaan yang besar atau ketara yang wujud antara organisma.Contohnya seperti jenis kumpulan darah, warna mata, kebolehan menggulung lidah dan sebagainya.Variasi ini hanya dipengaruhi oleh genotip. Faktor genetik boleh mempengaruhi variasi dalam organisma disebabkan oleh 4 faktor iaitu:
- Meiosis - pindah silang
- Gabungan rambang kromosom - Mengikut Hukum Mendel II
- Pembiakan seks - Pengabungan gamet-gamet untuk persenyawaan
- Mutasi gen - Dipengaruhi oleh tindakan kimia, radioaktif dan sebagainya.Kesimpulannya, mutasi gen ialah perubahan yang berlaku pada gen.
KESIMPULAN
Bahan genetic adalah merupakan pewarisan yang dibawa oleh factor penentu (determinant) dalam pewarisan atau disebut gen yang dibawa oleh kromosom di dalam inti sel. Percobaan monohibridnya mendel menyatakan bahwa setiap sifat iorganisme ditentukan oleh faktor, yang kemudian disebut gen. Alel adalah bentuk alternative suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu.
Individu Dd dinamakan individu heterozigot, sedang individu DD dan dd masing-masing disebut sebagai individu homozigot dominan dan homozigot resesif. Fenotipe adalah ekspresi gen yang langsung dapat diamati sebagai suatu sifat pada suatu individu. Fenotipe suatu individu organisme dihasilkan dari genotipe dan pengaruh lingkungan organisme tersebut. Mendel I Hukum Segregasi : Pada waktu berlangsung pembentukan gamet, tiap pasang gen akan disegregasi ke dalam masing-masing gamet yang terbentuk. Mendel II Hukum Pemilihan Bebas : Segregasi suatu pasangan gen tidak bergantung kepada segregasi pasangan gen lainnya, sehingga di dalam gamet-gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas. Variasi berasal dari mutasi bahan genetika, migrasi antar populasi (aliran gen), dan perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Variasi juga datang dari tukar ganti gen antara spesies yang berbeda.
SOAL
1. Peristiwa pemisahan alel berlangsung pada saat gametogenesia di mana setiap gamet yang di hasilkan mengandung alel dari pasangan gen yang dibawa dalam kromatin. Peristiwa ini berdasarkan hukum:
a. Hukum mendel II c. Hukum mendel I
b. Hukum asortasi d. Hukum segregasi
2. Gen-gen dari suatu pasangan gen bersegregasi atau berpisah satu terhadap lainnya ke dalam gamet-gamet, merupakan bunyi dari:
a. Hukum Mende I c. Hukum Mendel III
a. Hukum Mende I c. Hukum Mendel III
b. Hukum Mendel II d. Hukum Mendel IV
3. Faktor atau ciri yang menutupi disebut…..
a. Alel c. Resesif
b. Dominan d. Genotipe
4. Bentuk persilangan dengan dua sifat beda disebut..
a. Monohibrid c. Trihibrid
b. Dihibrid d. Polihibrid
5. Seleksi buatan yang dilakukan untuk mendapatkan bibit unggul, akan mempercepat proses evolusi, karena mampu......
A . menghasilkan produksi berlebihan
B . beradaptasi dengan lingkungan dan kebutuhan manusia
C . bertahan hidup dari serangan hama pemusnah
D . beradaptasi dalam kondisi kekurangan air
6. Bila polar body tidak keluar pada saat inseminasi maka akan dihasilkan individu yang:
a. Diploid b. Monohibrid
b. Triploid c. Dihibrid
7. Dengan menyilangkan galur murni tinggi dengan galur murni pendek maka F2 yang dihasilkan adalah ...
a. Semuanya tinggi
b. Tanaman tinggi dan tanaman pendek (3:1)
c. Tanaman tinggi dan tanaman pendek (1:2:1)
d. Semuanya pendek
8. Persilangan galur murni kedelai berbiji kuning-halus dengan galur murni berbiji hijau-keriput akan menghasilkan perbandingan F2 ...
a. 9:3:3:1
b. 9:3:4
c. 12:3:1
d. 15:1
9. Nisbah fenotip F2 27:9:9:9:3:3:3:1 disebut persilangan ...
a. Monohibrid
b. Dihibrid
c. Trihibrid
d. Tetrahibrid
10. Persilangan suatu individu dengan salah satu tetuanya merupakan ...
a. Silang balik
b. Silang uji
c. Dominan
d. Resesif
ESAI
Persilangan yang hanya menyangkut pola pewarisan satu macam sifat seperti yang dilakukan oleh mendel tersebut di atas dinamakan persilangan …(1)… hal inilah yang kemudian dikenal sebagai hukum …(2)… Setiap sifat iorganisme ditentukan oleh suatu yang kemudian disebut …(3)… Ekspresi gen yang langsung dapat diamati sebagai suatu sifat pada suatu individu disebut…(4)... Sementara itu susunan genetik yang mendasari pemunculan suatu sifat dinamakan…(5)…
Jawab:
1. Monohybrid.
2. Pemilihan bebas.
3. Gen.
4. Fenotipe.
5. Genotype .
BREEDING DAN SEX REVERSAL
Breeding adalah suatu proses produksi tanaman atau hewan yang secara khusus bertujuan untuk mengembangkan jenis atau strain yang baru atau yang lebih baik dan perkembangbiakan serta modifikasiorganisme untuk tujuan seleksi benih atau bibit unggul. Penerapan dari beberapa teknik hibridisasi dan seleksi serta penerapan ilmu genetika. Setiap program breeding harus memiliki tujuan yang jelas, baik secara ekonomis maupun biologis
§ Secara ekonomis, breeder harus yakin sehingga biaya yang dikeluarkan, sepadan dengan nilai ekonomis strain yang akan dihasilkan.
§ Secara biologis, breeder harus yakin dalam hal pengetahuan ilmiah dan mengenal benar kondisi spesifik organisme (kualitas dan kuantitas).
Hal yang perlu di pahami dalam beeding yaitu lokal dan domestik adaptasi. Breeder dalam proses adaptasi lokal harus melakukan spesialisasi kondisi lingkungan tertentu dan terbatas, karena tidak ada kultivan yang mampu bertahan pada kondisi lingkungan yang berbeda secara luas. Ikan yang berasal dari lokasi yang berbedabeda, akan melakukan adaptasi pada lokasi budidaya baru seperti merubah fenotip tanpa merubah genotip: local/domestic adaption, dan jika merubah fenotip sekaligus merubah genotip: mutagenesis.
Genetika dasar merupakan keragaman karakter genetic yang menjadi tujuan kegiatan Breeding. Keragaman genetik yang dituju, tidak dapat sepenuhnya mampu dikontrol oleh breeder. Breeder biasanya dalam melakukan breeding akan menghasilkan kultivan yang memiliki tingkat adaptasi lokal yang berbeda-beda, seperti:
§ kultivan yang memiliki tingkat adaptasi lokal yang baik.
§ kultivan dengan kemampuan adaptasi lokal yang terbatas.
§ kultivan yang beradaptasi dengan baik pada lingkungan budidaya, tetapi masih memiliki karakter “wild”.
Secara genetis, hal tersebut bermakna: Terdapat indukan yang memiliki keragaman genetik yang rendah (komposisi genetik baru), terdapat indukan yang memiliki keragaman genetik sedang, dan terdapat indukan yang memiliki keragaman genetik yang tinggi.
Rekombinasi adalah suatu proses dimana terbentuk kombinasi baru karakter kultivan yang muncul dalam Hereditas, yang disebabkan oleh pertukaran materi genetic indukan seperti proses terbentuknya Karakter Baru dari kultivan strain baru dapat ditingkatkan melalui kegiatan seleksi dan isolasi, sehingga memiliki keunggulan yang lebih baik dari indukannya dan proses pembentukan karakter tersebut dalam bentuk rekombinasi materi genetic sehingga, rekombinasi menjadi fase penting dalam setiap program breeding. Breeder dalam program memacu rekombinasi, beresiko memperoleh hasil yang tidak diharapkan (lebih buruk dari indukannya). Rekombinasi yang terjadi dalam 1 (satu) siklus breeding tergantung beberapa faktor genetik seperti: parent relationship, breeding system dan ukuran populasi.
Populasi sebuah komunitas individu yang berbagi karakteristik umum. Ikan yang keluar-peternak organisme. Ikan memiliki berbagai mekanisme morfogenetik, yang memungkinkan terjadi persilangan (crossing), sehingga cenderung membawa materi resesif pada jenis heterozygot dan terjadi in-breeding, yang mengakibatkan efek negative. Akibatnya akan terbentuk dua tipe populasi: pemijahan terjadi secara bebas, dan pemijahan terjadi secara terkontrol. Dasar Uji Kelayakan Ikan Strain baru dan Massalisasi Produksinya tergantung pada factor performan dan prediksi performan ke depan. Hal tersebut dilakukan agar kualitas dan kontinyuitas Produk Breeding dapat terjaga. Kunci dari Produksi massal ikan hasil breeding adalah: kemurnian, kebersihan dan kesehatan stok ikan. Konservasi genetic serta pemeliharaan sumber daya genetik dalam Keberhasilan kegiatan breeding dalam jangka panjang tergantung pada upaya pelestarian keragaman genetic. Keragaman genetik yang terbatas akan menurunkan laju kegiatan breeding dan menyebabkan krisis pathologi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya konservasi genetik (plasma nutfah) melalui upaya-upaya living stocks.
Seleksi Suatu Proses Penentuan Individu-individu dalam suatu populasi perkembang biakan berdasarkan Genotipe-genotipe yang berbeda. Cara seleksi Metode paling tradisional dan umum serta perbaikan kualitas genetik lambat dan memerlukan waktu lama. Prinsip breeder memilih mana ikan yang akan digunakan dalam breeding dan mana yang akan disingkirkan Biasanya Seleksi dilakukan pada ikan sejenis. Secara alami dan buatan (artifisial) Seleksi faktor-faktor geologis, geografis, iklim, pakan dll. dilakukan oleh oleh Alam (alami) dan atau Manusia (buatan). Seleksi harus dilakukan secara cepat dan sederhana (simpel) dengan berdasar pada penggunaan karakteristik-karakteristik unggul seperti yang diinginkan. Heritability merupakan dasar pemilihan karakter-karakter unggul dalam seleksi. Seleksi tertentu hanya dapat dilakukan pada populasi tertentu. Seleksi hampir pasti dipergunakan pada semua metode breeding, biasanya merupakan fase tersulit pada keseluruhan proses.
Metode-metode Seleksi:
1. Negative selection adalah metode paling kuno dan sudah jarang digunakan, dengan berbagai keterbatasan. Dilakukan dengan menyingkirkan ikan-ikan yang kurang berkembang dan berproduktivitas rendah. Sisa ikan hasil seleksi digunakan untuk breeding seperlunya.
2. Positive selection adalah hanya ikan-ikan dengan karakter yang paling baik yang diseleksi (diambil) untuk kemudian digunakan sebagai indukan. Benih hasil indukan terseleksi tersebut kemudian dijadikan satu dan dibesarkan bersama-sama.
Hibridisasi buatan seksual Menghasilkan strain atau varietas baru breeding bisa dilakukan lintas strain (ikan beda jenis, namun secara taksonomi masih dekat), dengan menghasilkan strain baru dengan karakter yang beragam. Contoh: Inter-Genus sexual hybridization dan Inter-subFamily sexual hybridization. Transfer gen perkembangan biologi molekuler dan teknik rekombinasi DNA, memungkinkan proses isolasi single gen, kemudian menempel kannya ke plasmid vektor, diperbanyak secara in vitro dan kemudian di tanamkan ke organisme. Perkembangan tersebut mendasari proses transfer gen asing ke dalam sel atau telur ikan. Keuntungan dalam pengunaan transgenetik adalah Menghasilkan strain ikan baru berkualitas tinggi. Menghasilkan produksi budidaya (pembenihan) dengan kuantitas tinggi. Meningkatkan efisiensi (ekonomi) usaha breeding. Dan meningkatnya teknologi pemuliaan ikan dan eksplorasi sumberdaya Perikanan. Serta kekurangan nya adalah hambatan dalam aplikasi produk transgenik dalam kegiatan pembenihan budidaya secara ekologis dan regulasi. Kekhawatiran resiko produk transgenic dalam ekosistem secara jangka panjang seperti kompetisi dengan ikan-ikan alamiah dan modifikasi natural gene pools.
Sex reversal merupakan cara pembalikan arah perkembangan kelamin ikan yang seharusnya berkelamin jantan diarahkan perkembangan gonadnya menjadi betina atau sebaliknya. Teknik ini dilakukan pada saat belum terdiferensiasinya gonad ikan secara jelas antara jantang dan betina pada waktu menetas. Sex reversal merubah fenotif ikan tetapi tidak merubah genotifnya. Penerapan sex reversal dapat menghasilkan populasi monosex (kelamin tunggal). Kegiatan budidaya secara monosex (monoculture) akan bermanfaat dalam mempercepat pertumbuhan ikan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat pertumbuhan antara ikan berjenis jantan dengan betina.
Sex reversal juga dapat dimanfaatkan untuk teknik pemurnian ras ikan. Telah lama diketahui ikan dapat dimurnikan dengan teknik ginogenesis yang produknya adalah semua betina. Menjelang diferensiasi gonad sebagian dari populasi betina tersebut diambil dan diberi hormon androgen berupa metiltestosteron sehingga menjadi ikan jantan. Sex reversal dapat dilakukan melalui terapi hormon (cara langsung) dan melalui rekayasa kromosom (cara tidak langsung). Pada terapi langsung hormon androgen dan estrogen mempengaruhi fenotif tetapi tidak mempengaruhi genotif. Metode langsung dapat diterapkan pada semua jenis ikan apapun sek kromosomnya. Cara langsung dapat meminimalkan jumlah kematian ikan. Kelemahan dari cara ini adalah hasilnya tidak bisa seragam dikarenakan perbandingan alamiah kelamin yang tidak selalu sama.
Tripliodisasi merupakan salah satu teknik manipulasi set kromosom dengan cara menggagalkan pembelaha sel miosis II melalui penggunaan kejutan suhu panas. Pemberian kejutan dilakukan setelah sel telur dibuahi oleh sperma. Pemberian kejutan, umumnya dilakukan pada menit ke-1 hingga ke-3 setelah pembuahan. Gagalnya lompatan polar body II akan memungkinkan bahwa embrio yang dihasilkannya akan memilik tiga set kromosom. Individu triploid seringkali dijadikan pilihan untuk diproduksi karena umumnya bersifat steril. Triploidisasi dalam usaha budidaya dilakukan karena dua alasan yaitu pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan ikan diploid dan kerena ikan triploid ini umumnya steril. Kesterilan ini dapat mencegah gametogenesis dan menghemat pemakaian energi dan materi. Ikan triploid bersifat steril karena kromosom homolognya tidak dapat bersinapsis untuk gametogenesis.
KESIMPULAN
1. Ikan yang berasal dari lokasi yang berbedabeda, akan melakukan adaptasi pada lokasi budidaya baru seperti merubah fenotip tanpa merubah genotip: local/domestic adaption, dan jika merubah fenotip sekaligus merubah genotip: mutagenesis.
2. Rekombinasi adalah suatu proses dimana terbentuk kombinasi baru karakter kultivan yang muncul dalam Hereditas, yang disebabkan oleh pertukaran materi genetic indukan.
3. Rekombinasi yang terjadi dalam 1 (satu) siklus breeding tergantung beberapa faktor genetik seperti: parent relationship, breeding system dan ukuran populasi.
4. Keragaman genetik yang terbatas akan menurunkan laju kegiatan breeding dan menyebabkan krisis pathologi.
5. Seleksi Suatu Proses Penentuan Individu-individu dalam suatu populasi perkembang biakan berdasarkan Genotipe-genotipe yang berbeda.
6. Heritability merupakan dasar pemilihan karakter-karakter unggul dalam seleksi. Seleksi tertentu hanya dapat dilakukan pada populasi tertentu.
7. Hibridisasi buatan seksual Menghasilkan strain atau varietas baru breeding bisa dilakukan lintas strain (ikan beda jenis, namun secara taksonomi masih dekat), dengan menghasilkan strain baru dengan karakter yang beragam.
8. Sex reversal merupakan cara pembalikan arah perkembangan kelamin ikan yang seharusnya berkelamin jantan diarahkan perkembangan gonadnya menjadi betina atau sebaliknya. Penerapan sex reversal dapat menghasilkan populasi monosex (kelamin tunggal).
9. Sex reversal dapat dilakukan melalui terapi hormon (cara langsung) dan melalui rekayasa kromosom (cara tidak langsung).
10. Tripliodisasi merupakan salah satu teknik manipulasi set kromosom dengan cara menggagalkan pembelaha sel miosis II melalui penggunaan kejutan suhu panas.
SOAL
1. Ikan jantan dapat di peroduksi dengan metode pemilihan induk atau keturunan yang memiliki karakter baik adalah pengertian dari:
a. Seleksi c. sex reversal
b. Hibridisasi d. cross breedin
2. Rekombinasi adalah suatu proses dimana terbentuk kombinasi baru karakter kultivan yang muncul dalam..
a. Hereditas c. sex reversal
b. Seleksi d. cross breedin
3. Dasar pemilihan karakter-karakter unggul dalam seleks i merupakan pengertian dari…
a. Heritability c. Sex reversal
b. Tripliodisasi d. Hibridisasi
4. Keragaman genetik yang terbatas akan menurunkan laju kegiatan breeding dan menyebabkan…
a. krisis pathologi c. Rekombinasi
b. Krisis pakan d. Breeding system
5. Pada terapi langsung hormon androgen dan estrogen mempengaruhi fenotif tetapi tidak mempengaruhi….
a. Alel c. Genotif
b. set kromosom d. polar body
Esai
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Hibridisasi sexsual?
Jawab: untuk menghasilkan strain atau varietas baru breeding bisa dilakukan lintas strain (ikan beda jenis, namun secara taksonomi masih dekat), dengan menghasilkan strain baru dengan karakter yang beragam.
2. Rekombinasi adalah suatu proses ….?
Jawab: ialah dimana terbentuk kombinasi baru karakter kultivan yang muncul dalam Hereditas, yang disebabkan oleh pertukaran materi genetic indukan seperti proses terbentuknya Karakter Baru dari kultivan strain baru dapat ditingkatkan melalui kegiatan seleksi dan isolasi.
3. Apa yang anda ketahui tentang sex reversal…
Jawab: Sex reversal merupakan cara pembalikan arah perkembangan kelamin ikan yang seharusnya berkelamin jantan diarahkan perkembangan gonadnya menjadi betina atau sebaliknya.
4. Pengunaan triploidisasi dalam usaha budidaya adalah untuk….
Jawab: Pengunaan triploidisasi dilakukan karena dua alasan yaitu pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan ikan diploid dan kerena ikan triploid ini umumnya steril.
5. Sebutkan 2 program dalam breeding
Jawab:
a. Secara ekonomis, breeder harus yakin sehingga biaya yang dikeluarkan, sepadan dengan nilai ekonomis strain yang akan dihasilkan.
b. Secara biologis, breeder harus yakin dalam hal pengetahuan ilmiah dan mengenal benar kondisi spesifik organisme (kualitas dan kuantitas).
DAFTAR PUSTAKA
Hudson G, Carelli V, Spruitj L, et al. 2007. Clinical expression of Leber’s hereditary optic neuropathy. Am. J. Hum. Genet : New York
Saunders. 1998. Kamus saku kedokteran Dorland. EGC : Jakarta
Willis, M. B. 1991. Dalton’s Introduction to Practical Animal Breeding. Blackwell Scientific Publications : Edinburgh
Yen MY, Yen TC, Pang CY, Liu JH, Wei YH. 1992. Mitochondrial DNA mutation in Leber’s hereditary optic neuropathy. Investigate Ophthalmology & Visual Science : China
PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO
BalasHapusmenyediakan hormon B-Estradiol untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro